Sujit Meher, perancang busana asal Odisha yang telah diakui secara internasional, dipilih untuk membawa kain Habaspuri ke panggung London Fashion Week. Kehadiran ini menandai momen bersejarah karena merupakan pertama kali tenun tradisional dari negara bagian itu, yang tercatat sebagai salah satu Geographical Indications (GI), diperkenalkan di acara mode berskala global.

Pengumuman tentang partisipasi Meher disampaikan dari Bhabanipatana, pusat kegiatan budaya dan kerajinan di Odisha. Koleksi yang akan dibawakan merupakan ciri khas karya perancang tersebut, dengan Habaspuri sebagai bahan utama yang menjadi fokus tampilan di runway internasional.
Habaspuri di London: Tenun Tradisional yang Mendunia
Habaspuri merupakan tenun tangan khas Odisha yang selama ini dikenal di tingkat lokal dan nasional. Statusnya sebagai salah satu dari 14 Geographical Indications di Odisha mengakui nilai budaya dan keaslian teknik pembuatannya. Kini, dengan keikutsertaan di London Fashion Week, Habaspuri di London akan memperkenalkan corak, tekstur, dan warisan pembuatan kain ini kepada audiens global.
Koleksi dan Pendekatan Desain Sujit Meher
Sujit Meher akan menampilkan koleksi bertanda tangan yang memadukan estetika kontemporer dengan tradisi tenun Habaspuri. Dalam rancangan tersebut, bahan dan motif khas diharapkan tetap terlihat namun dikemas sedemikian rupa agar sesuai dengan selera internasional tanpa menghilangkan identitas budaya. Penekanan pada kualitas tenun tangan menjadi salah satu aspek penting yang diangkat dalam pertunjukan nanti.
Makna Bagi Pengrajin dan Komunitas Lokal
Partisipasi di ajang internasional seperti London Fashion Week memberi kesempatan unik bagi para pengrajin Habaspuri untuk mendapatkan perhatian lebih besar terhadap karya mereka. Meskipun partisipasi ini bukan jaminan perubahan konkret, momentum seperti ini kerap membuka ruang dialog tentang pelestarian teknik tradisional, nilai tambah produk, dan upaya mempertahankan kelangsungan keterampilan tenun tangan di kalangan komunitas pembuatnya.
Representasi Budaya Odisha di Panggung Internasional
Menampilkan Habaspuri pada event global merupakan bentuk representasi budaya Odisha yang langka di dunia mode internasional. Keikutsertaan koleksi yang menggunakan tenun tradisional memberi platform bagi kain-kain daerah untuk dilihat dalam konteks tren global sekaligus memperlihatkan bahwa warisan tekstil lokal memiliki relevansi dan daya tarik di luar batas geografis asalnya.
Keterlibatan Sujit Meher di London Fashion Week juga menegaskan peran perancang yang berupaya menjembatani tradisi dan inovasi. Dengan mengangkat bahan-bahan lokal seperti Habaspuri, perancang mengarahkan perhatian bukan hanya pada estetika tetapi juga pada cerita di balik kain—mulai dari proses pembuatan oleh penenun hingga nilai budaya yang melekat pada motif dan teknik produksi.
Acara ini akan menjadi momen penting untuk menilai bagaimana tenun tradisional dapat diterima dalam arus mode internasional tanpa kehilangan esensi aslinya. Pengakuan terhadap Habaspuri sebagai Geographical Indication menambah bobot historis dan legal terhadap upaya pelestarian, sementara tampil di runway dunia membuka peluang bagi dialog lintas budaya seputar etika, produksi, dan penghargaan terhadap kerja tangan.
Sementara tanggal dan detail pertunjukan dikomunikasikan oleh pihak penyelenggara, perhatian publik kini tertuju pada bagaimana koleksi Sujit Meher akan menginterpretasikan Habaspuri untuk audiens global. Langkah ini dianggap sebagai kesempatan untuk menunjukkan bahwa warisan tekstil daerah dapat hadir sejajar dengan karya-karya mode kontemporer di panggung dunia.
Keikutsertaan Habaspuri di London Fashion Week diharapkan memberi pemahaman lebih luas tentang nilai seni tenun tangan Odisha serta membuka ruang apresiasi yang lebih besar terhadap kerajinan tradisional yang selama ini berkembang di komunitas lokal.
Baca juga berita lainnya:
