Neytt Kerala mencuri perhatian dunia mode dengan keterlibatannya dalam pembuatan karpet untuk Met Gala secara berturut-turut sejak 2022 hingga 2026. Keberhasilan ini menempatkan kerajinan tangan India, khususnya tenun tradisional dari Kerala, pada panggung mode internasional.

Berbasis di Cherthala, brand Neytt by Extraweave mengandalkan warisan tenun yang diturunkan secara turun-temurun sejak 1917. Perpaduan antara keahlian warisan dan pendekatan desain interior modern menjadi kunci produk mereka yang memenuhi standar global.
Neytt Kerala dan tanggung jawab kualitas di setiap tahap
Produksi karpet untuk acara sebesar Met Gala menuntut pengawasan ketat di seluruh proses. Dari pemilihan bahan baku hingga tahapan finishing, tim produksi memastikan setiap detail memenuhi parameter kualitas internasional. Pendekatan ini bukan sekadar soal kuantitas; kontrol mutu diterapkan pada setiap langkah untuk memastikan hasil akhir sesuai ekspektasi penyelenggara dan estetika acara.
Perhatian pada detail tersebut juga mencerminkan penghormatan terhadap tradisi tenun yang menjadi akar usaha. Meski menggunakan teknik dan standar modern, proses kerja tetap mempertahankan sentuhan tangan para perajin yang menjadi ciri khas tenun Kerala.
Skala produksi Karpet Met Gala 2026
Untuk edisi Met Gala 2026, tim Neytt Kerala menyiapkan karpet dengan luasan total 6.840 meter persegi. Pembuatan karpet ini melibatkan antara 400 hingga 500 perajin yang bekerja intens selama sekitar 90 hari. Skala pekerjaan dan mobilisasi tenaga kerja menunjukkan kapasitas produksi tinggi sekaligus koordinasi detail yang matang.
Bahan baku yang dipilih untuk proyek tersebut adalah serat sisal yang diimpor dari Madagaskar. Pemilihan sisal menyesuaikan kebutuhan estetika dan ketahanan karpet untuk penggunaan di acara besar. Penggunaan serat alami ini juga menonjolkan aspek kerajinan tangan yang dipadu dengan tuntutan produksi skala besar.
Mencocokkan tradisi dengan desain kontemporer
Menurut pendiri yang terlibat, Shivan Santosh dan Nimish Srinivasan, strategi Neytt by Extraweave adalah menggabungkan kekayaan tradisi tenun Kerala dengan bahasa desain interior modern. Langkah ini memungkinkan produk kerajinan lama tampil relevan dalam konteks fashion dan acara internasional tanpa menghilangkan akar budaya pembuatannya.
Kolaborasi antara perajin berpengalaman dan desainer yang memahami tren global menghasilkan karpet yang bukan hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai visual tinggi. Proses desain disesuaikan agar karya tradisional mampu berbicara dalam estetika acara kelas dunia.
Lebih dari sekadar kontrak ekspor
Partisipasi Neytt Kerala dalam rangkaian produksi karpet Met Gala bukan hanya transaksi komersial. Menurut narasi brand, proyek ini memberi platform bagi keahlian tenun Kerala untuk tampil di panggung fashion paling bergengsi. Dengan demikian, produk tradisional ini mendapat pengakuan dan visibilitas internasional yang sebelumnya sulit dicapai melalui jalur konvensional.
Keberhasilan berkelanjutan sejak 2022 memperlihatkan bahwa investasi pada keterampilan lokal dan proses produksi yang terstandardisasi dapat membuka peluang pasar global. Bagi calon perajin dan pelaku usaha serupa, karya ini menjadi contoh bagaimana warisan budaya dapat diadaptasi untuk memenuhi permintaan dunia modern tanpa kehilangan identitas asli.
Implikasi untuk kerajinan lokal dan masa depan produksi
Keikutsertaan Neytt Kerala dalam proyek sebesar Met Gala mempertegas potensi kerajinan tradisional untuk masuk ke ranah industri kreatif global. Meski tantangan produksi skala besar selalu ada, pengalaman ini menunjukkan kemungkinan kolaborasi antara pengrajin, desainer, dan pemangku kepentingan lain untuk menghasilkan karya yang diapresiasi di tingkat internasional.
Dengan basis produksi di Cherthala dan akar tenun yang berusia lebih dari satu abad, Neytt by Extraweave berhasil menempatkan keterampilan lokal sebagai bagian dari narasi fashion dunia. Upaya ini menjadi contoh bagaimana kualitas, konsistensi, dan penghormatan terhadap tradisi dapat menyatukan komunitas perajin dengan panggung mode global.
Baca juga berita lainnya:
