Finale Koleksi Devi menjadi titik puncak acara ketika Sobhita Dhulipala menutup pagelaran Rahul Mishra di India Couture Week dengan penampilan yang dipersepsikan sebagai eteris dan penuh narasi visual. Momen penutupan itu memadu unsur haute couture dengan pendekatan teaterikal, menjadikan ramp yang biasanya kaku berubah menjadi panggung cerita yang kaya citra.

Desainer Rahul Mishra menampilkan koleksi Devi—yang sebelumnya diperlihatkan di Paris Couture Week—bersama rangkaian couture bertema festive terbaru. Koleksi ini menonjolkan bordir rumit yang dikerjakan melalui teknik khas Mishra, ektaarka, memberi aksen detail yang halus namun berlapis pada setiap busana.
Finale Koleksi Devi: Penampilan Sobhita Dhulipala
Penutup yang dibawakan Sobhita Dhulipala dirancang untuk menjadi klimaks visual, menegaskan hubungan antara sosok model dan narasi koleksi. Penampilan tersebut dipandang sebagai sintesis antara mode tinggi dan gaya pementasan, di mana pakaian tidak hanya berfungsi sebagai objek estetis tetapi juga alat penceritaan.
Rahul Mishra dan perjalanan koleksi Devi
Koleksi Devi yang kembali ditampilkan di panggung India Couture Week sebelumnya mendapat perhatian saat dipertunjukkan di Paris Couture Week. Kali ini, Mishra menggabungkan elemen-elemen yang sudah dikenal dari Devi dengan variasi baru untuk rangkaian festive couture, menjaga kesinambungan estetika sambil menambah nuansa perayaan.
Teknik ektaarka dan detail bordir
Salah satu ciri khas yang konsisten pada koleksi adalah penggunaan teknik ektaarka, sebuah pendekatan bordir yang menjadi tanda tangan Rahul Mishra. Teknik ini menghasilkan tekstur dan motif yang rumit, mempertegas siluet dan memainkan bayangan serta cahaya pada kain—memberi kedalaman visual pada tiap busana tanpa harus bergantung pada ornamen berlebih.
Perpaduan antara mode tinggi dan teater
Pagelaran ini menekankan aspek teater dalam presentasi busana: tata panggung, alur penampilan, dan pemilihan model berperan sebagai elemen pembawa cerita. Pendekatan semacam ini membuat koleksi terasa lebih dari sekadar deretan pakaian; melainkan sebuah karya komunal yang memanfaatkan dramatik untuk mengkomunikasikan gagasan estetika dan emosional.
Rangkaian festive couture yang turut dipamerkan menambah dimensi berbeda pada keseluruhan acara. Sementara Devi membawa jejak internasional lewat debutnya di Paris, koleksi-koleksi tambahan memperlihatkan kemampuan desainer untuk merespons kebutuhan panggung lokal—khususnya untuk momen perayaan—tanpa mengabaikan detail pengerjaan tangan yang menjadi ciri khasnya.
Keseluruhan presentasi di India Couture Week kali ini menegaskan posisi Rahul Mishra sebagai desainer yang konsisten menautkan kerajinan tradisional dengan bahasa couture kontemporer. Kehadiran figur publik seperti Sobhita Dhulipala untuk menutup pertunjukan turut menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara selebritas dan dunia mode untuk menyampaikan visi kreatif secara lebih luas.
Acara seperti ini tetap menjadi platform penting bagi desainer India untuk menampilkan keahlian teknis dan kebaruan estetika, sekaligus mengundang perhatian internasional terhadap kekayaan teknik bordir serta pendekatan naratif dalam presentasi mode.
Baca juga berita lainnya:
