Citra wisatawan menjadi sorotan setelah kaburnya sejumlah peserta tur Femas saat berada di Korsel. Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, menyatakan penyesalan atas kejadian tersebut dan mengingatkan pentingnya perilaku yang mematuhi hukum saat berkunjung ke luar negeri.

Dave menekankan bahwa setiap tindakan warga negara Indonesia di luar negeri berpotensi memengaruhi persepsi terhadap wisatawan asal Tanah Air. Menurutnya, menjaga perilaku dan mematuhi aturan setempat adalah langkah krusial untuk melindungi nama baik negara.
Pernyataan Wakil Ketua Komisi I DPR
Dalam pernyataannya, Dave Laksono secara terbuka menyayangkan insiden pelarian peserta tur tersebut. Ia menilai tindakan meninggalkan rombongan tanpa izin atau melanggar aturan negara tuan rumah adalah hal yang merugikan, bukan hanya bagi penyelenggara tur tetapi juga bagi citra kolektif wisatawan Indonesia.
Dave menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap hukum dan tata tertib di negara lain. Pernyataan itu disampaikan sebagai bentuk keprihatinan terhadap dampak kejadian semacam ini terhadap citra bangsa ketika dihadapkan pada komunitas internasional.
Dampak pada Citra Wisatawan
Menurut Dave, insiden tersebut berpotensi menimbulkan penilaian negatif terhadap wisatawan Indonesia di mata publik dan pihak berwenang di negara tujuan. Ia meminta agar semua pihak, termasuk penyelenggara perjalanan, pemandu, dan peserta tur menyadari tanggung jawab kolektif dalam menjaga citra wisatawan.
Selain aspek hukum, Dave juga menyinggung pentingnya edukasi soal norma dan peraturan setempat sebelum keberangkatan. Ia mengingatkan bahwa persepsi terhadap satu kelompok kecil bisa memperluas dampaknya terhadap komunitas wisatawan yang lebih besar bila tidak ditangani dengan baik.
Pentingnya Kepatuhan Hukum di Luar Negeri
Wakil Ketua Komisi I DPR menegaskan bahwa ketaatan terhadap hukum negara lain bukan sekadar urusan individu, melainkan juga soal tanggung jawab representasi. Dalam pandangannya, tindakan yang melanggar hukum di luar negeri dapat menimbulkan konsekuensi yang lebih luas bagi citra warga negara.
Ia mengajak agar pihak terkait menanamkan kesadaran bahwa setiap pelanggaran tidak hanya berdampak pada individu tetapi juga memberi efek pada reputasi bangsa di mata internasional. Karena itu, Dave menyerukan pentingnya memprioritaskan kepatuhan sebagai bagian dari persiapan keberangkatan.
Upaya Pencegahan dan Peran Penyelenggara
Dave menilai bahwa penyelenggara tur memiliki peran penting dalam memastikan peserta memahami aturan dan konsekuensi tindakan mereka selama perjalanan. Ia menekankan perlunya komunikasi yang jelas mengenai hak dan kewajiban peserta sebelum dan selama kegiatan wisata di luar negeri.
Meskipun tidak merinci langkah konkret, peringatan Dave melekat pada pesan bahwa koordinasi antara penyelenggara, peserta, dan otoritas terkait harus lebih diperkuat agar kasus serupa tidak terulang dan agar citra wisatawan Indonesia tetap terjaga.
Saran untuk Penguatan Edukasi dan Kesadaran
Dalam catatan yang disampaikannya, Wakil Ketua Komisi I DPR meminta peningkatan edukasi bagi calon wisatawan mengenai norma hukum dan budaya setempat. Ia melihat perlunya upaya bersama untuk mengurangi potensi pelanggaran yang dapat merusak citra bersama.
Dave menyimpulkan bahwa menjaga nama baik negara ketika bepergian ke luar negeri harus menjadi perhatian semua pihak. Ia menekankan kembali bahwa ketaatan terhadap hukum dan rasa tanggung jawab adalah landasan untuk melindungi citra wisatawan Indonesia di mata dunia.
Baca juga berita lainnya:
