Michael Cloud Duguay melakukan perjalanan panjang sejauh sekitar 3.000 km dari rumahnya di Peterborough, Ontario, menuju pulau besar Newfoundland untuk merekam suara organ gereja tua di lokasi terpencil. Proyek itu berfokus pada dokumentasi bunyi dan atmosfer sisa-sisa praktik ibadah yang masih tersisa di bangunan-bangunan gereja yang jarang dikunjungi.

Perjalanan ini bukan sekadar perjalanan rekaman biasa: Duguay bersama multi-instrumentalis Andrew MacKelvie, engineer Jake Nicoll, dan field recordist Dave Grenon menumpang sebuah kendaraan bernama Scamper dan menempuh perjalanan darat sekitar 30 jam menuju The Rock, julukan bagi Newfoundland. Hasilnya menjadi album berjudul Kingdom Come, Kingdom Go, yang juga didokumentasikan secara visual melalui foto sampul karya Noah Bender.
Melintasi The Rock dan konteks geografis
Newfoundland adalah pulau besar di lepas pantai timur Kanada, membentang di Samudra Atlantik dan dapat diakses dari daratan utama melalui layanan feri. Luasnya kerap disamakan dengan wilayah seperti Inggris, sehingga perjalanan ke sana menghadirkan nuansa terpencil dan luas yang berbeda dibandingkan pusat-pusat kota di daratan. Keputusan tim untuk berkendara panjang memerlukan kesiapan logistik dan kesiapan untuk merekam pada kondisi lapangan yang tidak terprediksi.
Merekam organ gereja tua di lokasi terpencil
Fokus utama rombongan adalah organ gereja tua yang masih ada di sudut-sudut komunitas kecil di Newfoundland. Alat musik ini, seringkali tersembunyi di bangunan bersejarah atau gereja kecil di daerah pinggiran, menawarkan karakter sonik yang khas: getaran ruang, resonansi pipa yang telah lama tak disentuh, dan jejak penggunaan masa lalu. Rekaman dilakukan langsung di lokasi agar merekam interaksi antara instrumen, arsitektur, dan lingkungan sekitar.
Tim inti dan peran masing-masing
Selain Duguay sebagai komposer dan produser, rombongan membawa serta Andrew MacKelvie sebagai multi-instrumentalis yang membantu menafsirkan dan memainkan materi di tempat, serta Jake Nicoll sebagai engineer yang bertanggung jawab pada aspek teknis rekaman. Peran field recordist dipegang oleh Dave Grenon, yang merekam ambience dan detail lingkungan yang turut membentuk warna sonik proyek. Kolaborasi ini memungkinkan bagian-bagian album tercipta dari pertemuan teknik rekaman lapangan dan pendekatan musikal yang sensitif terhadap konteks tempat.
Proses rekaman dan tantangan lapangan
Merekam di gereja tua di lokasi terpencil membawa tantangan tersendiri: kondisi akustik yang beragam, cuaca, serta keterbatasan infrastruktur yang mengharuskan tim beradaptasi dengan cepat. Mengoperasikan peralatan rekaman dalam kendaraan bernama Scamper serta membawa perlengkapan ke dalam bangunan berumur puluhan tahun membutuhkan perencanaan matang. Pendekatan lapangan ini bertujuan menangkap keaslian suara organ dan atmosfir ruang, bukan sekadar mengambil sampel instrumentasi di studio.
Album: Kingdom Come, Kingdom Go
Hasil perjalanan ini dikumpulkan menjadi album berjudul Kingdom Come, Kingdom Go. Rekaman yang terlahir dari tur panjang dan sesi-sesi di dalam gereja-gereja terpencil dimaksudkan untuk menghadirkan potongan-potongan bunyi yang mengingatkan pada jejak ibadah dan komunitas yang pernah hidup di tempat tersebut. Dokumentasi visual, termasuk foto sampul oleh Noah Bender, melengkapi narasi musik dengan citra-citra ruang dan suasana yang direkam.
Nilai arsip dan pemeliharaan warisan suara
Proyek semacam ini memiliki dimensi arsip: selain sebagai karya musik, rekaman organ gereja tua di Newfoundland juga merekam kenangan kebudayaan berupa kualitas bunyi yang mungkin akan memudar seiring waktu. Pendekatan lapangan yang mengutamakan konteks tempat dan kondisi autentik berfungsi sebagai catatan sonik bagi masa kini dan masa depan tentang bagaimana ruang-ruang ibadah kecil masih menyimpan sisa-sisa praktik dan suara.
Perjalanan menuju Newfoundland dan proses rekaman yang intens menegaskan pilihan artistik Duguay untuk menempatkan sumber suara pada pusat karya, serta menggambarkan bagaimana pengambilan suara di lokasi dapat menghasilkan jejak musikal yang berbeda dari rekaman studio. Kingdom Come, Kingdom Go menjadi dokumen perjalanan, rekaman, dan refleksi terhadap bekas-bekas ritual yang bertahan dalam arsitektur dan bunyi.
Baca juga berita lainnya:
