Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, mengingatkan bahwa keberhasilan program rekening massal tidak dapat dinilai semata-mata dari jumlah akun yang dibuka. Menurutnya, fokus evaluasi perlu bergeser dari kuantitas ke aspek yang lebih mendasar untuk memastikan tujuan program tercapai.

Peringatan Fakhrul muncul seiring inisiatif membuka rekening dalam jumlah besar yang bertujuan memperluas akses ke pasar modal. Ia menekankan bahwa mengumpulkan angka tanpa memperhatikan unsur lain berisiko meninggalkan persoalan penting yang bisa memengaruhi efektivitas program.
Rekening Massal dalam Sorotan Publik
Fakhrul menyampaikan bahwa perhatian terhadap ukuran keberhasilan harus lebih komprehensif. Ia mengingatkan pemangku kepentingan agar tidak hanya mematok target numerik sebagai tolok ukur utama, melainkan turut menimbang hasil nyata yang ingin dicapai melalui pembukaan rekening massal.
Dalam pandangannya, keberhasilan program seharusnya diukur berdasarkan sejauh mana rekening baru tersebut benar-benar berfungsi sesuai tujuan program, termasuk keterlibatan pengguna dan manfaat yang dihasilkan bagi sistem keuangan secara keseluruhan.
Dimensi kualitas yang perlu diperhatikan
Fakhrul menyoroti pentingnya melihat dimensi kualitas dalam pelaksanaan rekening massal. Ia mengingatkan bahwa tanpa tata kelola dan mekanisme yang memadai, pembukaan rekening secara massal dapat menghasilkan angka yang tinggi namun tidak mencerminkan peningkatan partisipasi yang bermakna.
Baca juga: Aufa Rizkia dari SMAN 2 Palangka Raya Siap Angkat Budaya sebagai Finalis Hijabfluencer Kalteng
Oleh karena itu, ia mengusulkan agar evaluasi program memperhatikan indikator yang menggambarkan kualitas partisipasi, bukan hanya volume akun yang tercatat.
Implikasi bagi pelaku pasar dan otoritas
Bagi pelaku pasar, peringatan ini menggarisbawahi perlunya kehati-hatian dalam merespons ledakan jumlah rekening. Fakhrul mengingatkan bahwa ekspektasi yang dilandasi oleh angka besar harus diseimbangkan dengan upaya memastikan aktivitas yang terjadi di balik angka tersebut produktif dan berkelanjutan.
Bagi otoritas penyelenggara program, pesan yang sama menunjukkan pentingnya menyusun indikator evaluasi yang mampu merefleksikan kualitas outcomes, sehingga kebijakan tidak hanya sukses secara statistik tetapi juga berdampak positif dalam jangka panjang.
Catatan akhir tentang evaluasi program
Fakhrul menutup pesannya dengan mengingatkan bahwa penilaian kebijakan yang baik memerlukan kerangka evaluasi yang holistik. Ia menekankan agar semua pihak yang terlibat mempertimbangkan aspek-aspek yang lebih luas ketika mengukur keberhasilan inisiatif pembukaan rekening massal.
Pernyataan ini menjadi pengingat bagi para pembuat kebijakan dan pelaku industri bahwa angka besar bukan jaminan keberhasilan jika tidak disertai indikator kualitas yang jelas dan terukur.
Baca juga berita lainnya:
